Kritik Manuel Pellegrini terhadap mantan klub yang ia latih, khususnya Florentino Perez, cukup wajar mengingat ia tak kuasa menangani transfer pemain saat itu. Saat memutuskan mengasuh Real Madrid, ia paham skuadnya sudah kuat dengan keberadaan Robben dan Sneijder di dalamnya.
Aku menduga Pellegrini tak meminta manajemen El Real untuk membeli Cristiano Ronaldo dan Kaka. Jejak rekam mantan pelatih Villarreal itu sendiri sebenarnya tak pernah meminang pemain besar. Saat di Yellow Submarines, ia bisa memaksimalkan pemain buangan dari Manchester United sekelas Diego Forlan dan jangkar tua semacam Marcos Senna.
Penjualan Robben dan lebih-lebih Sneijder di detik-detik akhir bursa transfer makin menyulitkan Pellegrini dalam meracik strategi. Pelatih asal Chile itupun harus berpikir lagi agar bisa memadukan CR, Kaka dan pemain lain dalam tim.
Sampai-sampai seorang Pellegrini mengakui dirinya pantas disalahkan setelah Los Blancos menelan hasil buruk dari Lyon, AC Milan, Barcelona sampai Alcorcon di Copa del Rey.
Apa yang dialami Pellegrini jauh berbeda dengan Jose Mourinho saat ini. Sebelum JM neken kontrak, dia sudah meminta sejumlah nama untuk dibeli manajemen Real Madrid.
Dan, El Real pun sudah mendatangkan apa yang diinginkan JM, seperti Di Maria dan Pedro Leon. Syukurlah, ‘Special Uno’ masih menghargai Sergio Canales, pemain yang dibeli di tengah musim 2009-2010.
Jika manajemen klub memenuhi apa yang diminta pelatih, maka dijamin klub tersebut akan menuai prestasi memukau dan membanggakan bagi para penggemarnya. Sebab, pelatihlah yang bertanggung jawab atas permainan tim di lapangan, bukan manajemen klub.