Tetap Kolektif, Spanyol Lanjutkan Euforia*

Meskipun tongkat kepelatihan berpindah, tim nasional Spanyol akan terus melanjutkan euforia juara di Afrika Selatan. Selama babak kualifikasi ‘Las Selecciones’ terbukti tampil sangat kolektif, mendominasi penguasaan bola dan unggul dalam jumlah tembakan ke gawang. Sebagai entrenador, Vicente del Bosque dinilai masih bisa mempertahankan keseimbangan di setiap lini.

Spanyol akan mengawali perjuangannya di Grup H dengan meladeni tim sesama Eropa, Swiss (16/6). Secara materi pemain, Iker Casillas dkk masih lebih unggul. Namun, mereka harus mewaspadai taktik Ottmar Hitzfeld yang diperagakan Alexander Frei cs. Pengalaman Hitzfeld melatih Bayern Munich selama beberapa musim menjadi modal berharga Swiss untuk menantang juara Euro 2008 itu. Spanyol menang tipis 1-0.

Lima hari kemudian, Spanyol bakal menang mudah atas Honduras. Ada satu pemain Honduras yang wajib diawasi. Dialah Humberto Suazo. Entah kebetulan atau tidak, ‘El Chupete Suazo’ dipinjamkan ke Real Zaragoza di awal 2010. Jelas saja, itu jadi keuntungan bagi dirinya untuk mengenal gaya bermain sepakbola Espana.

Di laga terakhir penyisihan grup, Spanyol akan tetap menampilkan performa apiknya. Melawan Chile yang kemungkinan menelan dua kekalahan dari lawan-lawannya, del Bosque akan menurunkan skuad keduanya dan akhirnya Spanyol akan memetik 9 poin dan berhak jadi juara grup untuk menantang posisi kedua Grup G (Pantai Gading).

Bukan Portugal atau Korea Utara untuk runner-up Grup G. Sebab, tim asuhan Carlos Queiroz sangat tergantung pada bagaimana performa Cristiano Ronaldo. Apalagi, tim Selecao-nya Eropa ini belum menemukan penyerang handal. Sedangkan Korut yang misterius tentu masih bisa ditembus liukan Luis Fabiano dan tandukan/bola mati Drogba.

Menghadapi The Elephants di perdelapan final, Spanyol pastinya sudah menyiapkan strategi khusus. Mengingat, gaya main Xavi dkk sudah dikenali dan mungkin akan diimbangi oleh Yaya Toure (Barcelona) dan Ndri Romaric (Sevilla) yang sudah mengenal dan akan mengimbangi gaya main Xavi dkk di area tengah lapangan. Serangan balik Torres atau Villa akan menentukan hasil akhir laga.

Usai menyudahi perlawanan ‘Gajah-gajah Afrika’, Spanyol akan berhadapan dengan Italia di perempat final. Langkah Italia sendiri bisa dibilang akan mulus di penyisihan grup dan 16 Besar melawan Kamerun (runner-up Grup E). Namun demikian, setelah lolos dari Eto’o dkk, Marcelo Lippi harus berpikir ekstra.

Untuk menguasai sektor tengah, mantan allenatore Juventus dan Inter itu harus menyiapkan gelandang yang lebih kreatif. Dengan pemain bertahan yang biasa saja, Italia bisa kebobolan lebih dari satu gol di waktu normal. Berbeda dengan Italia di Euro 2008, dimana Spanyol harus melalui drama adu penalti untuk lolos ke semifinal sehabis imbang tanpa gol selama 2×45 menit.

Eropa Kuasai Semifinal
Memori final Euro 2008 akan tersaji di semifinal jika Spanyol sukses melampaui Italia. Jerman akan bertemu ‘La Furia Roja’ setelah menyingkirkan AS dan Argentina di babak sebelumnya. Pola saling serang seperti yang mereka mainkan di final Euro 2008 akan kembali muncul.

Skor tipis 1-0 di babak pertama akan terulang. Jika dulu Torres mengelabui Lehmann di Ernst Happel (Wina, Austria), maka David Villa nanti akan mempermainkan Hans-Joerg Butt di Durban.

Yang menarik ditunggu adalah negara mana yang akan jadi lawan Spanyol di final nanti. Setelah juarai grup C, timnas Inggris tidak akan sulit berduel dengan dua negara Afrika, Ghana di perdelapan final dan Nigeria di 8 Besar.
The Three Lions diperkirakan akan menghadapi pemenang antara Belanda dan Brasil. Penampilan memukau Robben dan Sneijder di klub semusim ini bakal diteruskan di Grup E dan 1/8 Final. Brasil tetap diunggulkan di penyisihan grup dan ketika melawan Swiss di 16 Besar.

Meskipun begitu, status unggulan milik Selecao bisa jadi tak berguna mengingat Dunga tak bawa Adriano, Pato dan Ronaldinho ke Afsel. Di luar penampilannya yang buruk di klub masing-masing sepanjang musim 2009-2010, ketiga pemain di atas diyakini masih menyimpan potensi tinggi dalam pola permainan tim Samba.

Setelah menang atas Brasil via drama adu penalti, Belanda akan menantang Inggris sekaligus memastikan semifinal PD 2010 dikuasai sepenuhnya oleh raksasa Eropa (laga final four lainnya, Jerman vs Spanyol).

Belanda sendiri diuntungkan dengan sejumlah pemainnya yang pernah dan masih merumput di tanah Britania Raya. Belanda dipastikan akan terus melaju ke pertandingan puncak Afsel 2010. Apresiasi tinggi patut diberikan buat Dirk Kuyt, Robben dan Van Persie mengingat ketiganya sudah tahu persis bagaimana menerobos John Terry dan Rio Ferdinand.

Final: Belanda vs Spanyol
Untuk kedua kalinya, Spanyol akan berhadapan dengan sesama negara Eropa di final sebuah turnamen antar-negara. Tim Matador akan tetap menampilkan permainan kolektif yang bertumpu pada sosok Fabregas dan Xavi. Belanda mungkin masih bisa meneruskan tren formasi menyerangnya, tapi tetap ada 2-3 pemain yang menjaga pergerakan duo gelandang Spanyol tadi.

Sekali lagi, gol ala Torres di Final Euro 2008 akan terjadi. Dan, kali ini ujung tombak Liverpool itu akan melakukannya sekali lagi di partai penentuan juara Piala Dunia 2010. Yang berbeda adalah skornya. Bila dua tahun lalu hanya satu gol yang tercipta, penonton di Johannesburg akan melihat lebih dari itu. Kemenangan akan jadi milik La Furia Roja 3-1.

Kejutan Korea Utara dan Prancis
Bergabungnya Korut di Grup G bersama Brasil, Pantai Gading dan Portugal akan menjadi sensasi tersendiri. Saat berujicoba melawan Korut, Paraguay butuh gol penalti Roque Santa Cruz di menit 85.

Tampil terakhir kali di Piala Dunia 1966, Korut diyakini bisa mengimbangi jogo bonito tim asuhan Dunga dalam duel pembuka yang bakal berakhir kekalahan bagi timnya. Berikutnya, Portugal akan merasakan bagaimana segala usaha untuk menyerang gawang Ri-Myong Guk mengalami kegagalan. Antiklimaks akan terjadi ketika mereka dipermainkan Pantai Gading. Posisi ketiga di klasemen grup G cukup membuat Korea Utara disegani di Afrika Selatan.

Prancis akan rontok tak berdaya di penyisihan Grup A. Les Bleus tidak akan meraih satu poin pun, meski dijejali sejumlah pemain bintang, seperti Anelka, Henry dan Malouda. Hasil ini bakal diterima mereka sebagai efek dari kontroversi gol Henry di partai play-off kontra Irlandia dan masalah pribadi pada sedikit pemainnya. Raymond Domenech mungkin menjadi pelatih timnas pertama yang akan dipecat FFF (Federasi Sepakbola Prancis) untuk kemudian digantikan oleh Laurent Blanc.

Sementara itu, semua negara kontestan dari Afrika akan melaju ke 16 Besar kecuali Aljazair. Sedangkan Korsel, Jepang, Australia dan Selandia Baru kalah bersaing dalam perebutan tiket perdelapan final.

Pesona Pemain Balkan
Afrika Selatan 2010 menjadi kesempatan bagi pemain-pemain Semenanjung Balkan untuk menunjukkan potensi terpendamnya. Salah satunya adalah Marek Hamsik (Slovakia), Selama tiga musim berkiprah di Serie A, Hamsik sudah menyita perhatian publik sepakbola Italia. Raihan 12 golnya musim 2009-2010 di Napoli tentu merupakan prestasi yang sangat baik bagi seorang gelandang muda.

Beberapa nama lainnya yang bakal bersinar nanti adalah Kuzmanovic (Stuttgart/Serbia), Milos Krasic (CSKA Moskow/Serbia) dan Samir Handanovic (Udinese/Slovenia).

Ribery dan Messi Tak Berdaya
Penampilan Henry yang tak berkontribusi besar saat membawa Barcelona mempertahankan gelar juara La Liga musim ini akan berimbas ke timnas. Sedangkan Ribery yang mengkilap bersama Bayern Munich dan Anelka bareng Chelsea justru gagal meneruskan performa apiknya di skuad Domenech.

Lionel Messi bisa jadi tenggelam di Afsel karena pencapaian golnya kalah dari Higuain dan Tevez. Dalam penentuan penyerangnya, Maradona memang masih memilih Messi jadi starter. Namun, Tevez bakal tampil super-sub. Perjalanan Argentina akan terhenti di perempat final melawan Jerman karena faktor kebuntuan para striker bikin gol.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=430555122094

*Dibuat 18 Mei 2010

This entry was posted in Real Madrid and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s